Selamat Datang di Blog MI. NURUL HIKMAH Cipondoh

Kamis, 28 November 2013

Presiden SBY Ingin Jadi Guru

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ibu Negara Ani Yudhoyono menghadiri acara puncak peringatan Hari Guru Nasional 2013 dan HUT PGRI ke-68. Dalam sambutannya, Presiden SBY bercerita mengenai latar belakang keluarganya di Pacitan, Jawa Timur, yang sebagian besar berprofesi sebagai guru.

Presiden pun menyatakan keinginannya menjadi guru usai masa baktinya sebagai kepala negara berakhir pada 2014 mendatang. "Insyaallah tahun depan dengan izin Allah SWT, setelah saya mengemban tugas (sebagai presiden), rasanya profesi yang baik bagi saya menjadi guru," ujar Presiden SBY yang langsung disambut tepuk tangan ribuan guru di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (27/11).

Minggu, 24 November 2013

Jangan Takut Menjadi Guru

Undang-Undang Guru dan Dosen mengajak kita percaya bahwa program kualifikasi, sertifikasi, dan pemberian beberapa tunjangan untuk guru akan meningkatkan kualitas guru dan secara otomatis mendongkrak mutu pendidikan. Tentu kita tidak percaya sepenuhnya. Mengapa? Karena ada satu hal yang sering kali terluput dari diskursus tentang rendahnya kualitas guru di Indonesia, yaitu soal birokratisasi profesi guru.

Birokratisasi juga menciptakan hubungan kerja "atasan-bawahan", yang lambat laun menghilangkan kesejatian profesi guru yang seharusnya merdeka untuk menentukan berbagai aktivitas profesinya tanpa harus terbelenggu oleh juklak dan juknis (petunjuk pelaksana dan petunjuk teknis) yang selama ini menjadi bagian dari budaya para birokrat. Guru menjadi tidak kreatif, kaku, hanya berfungsi sebagai operator atau tukang dan takut melakukan berbagai pembaruan.

Mengatasi Anak yang Malas Belajar

Sebenarnya bagaimana cara untuk mengatasi anak yang malas belajar? Masih perlu kita dengarkan keluhan-keluahn orang tua tentang anaknya yang malas belajar? Haruskah anak itu ngambek atau menagis gara-gara dimarahin orang tuanya dan disuruh-suruh untuk belajar? Untuk mengatasi permasalahan tersebut ada baiknya kalau terlebih dahulu kita mencari penyebab dari prikalu malas belajar, kemudian baru mencari solusi guna mengatasinya.

Malas belajar pada anak secara psikologis merupakan wujud dari melemahnya kondisi mental, intelektual, fisik, dan psikis anak. Malas belajar timbul dari beberapa faktor, untuk lebih mudahnya terbagi menjadi dua faktor besar, yaitu: 1) faktor intrinsik (dari dalam diri anak), dan 2) Faktor ekstrinsik (faktor dari luar anak). 

Sabtu, 23 November 2013

Sekolah Dasar

Sekolah dasar (disingkat SD) adalah jenjang paling dasar pada pendidikan formal di Indonesia. Sekolah dasar ditempuh dalam waktu 6 tahun, mulai dari kelas 1 sampai kelas 6. Lulusan sekolah dasar dapat melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Pertama (atau sederajat).

Pelajar sekolah dasar umumnya berusia 7-12 tahun. Di Indonesia, setiap warga negara berusia 7-15 tahun tahun wajib mengikuti pendidikan dasar, yakni sekolah dasar (atau sederajat) 6 tahun dan sekolah menengah pertama (atau sederajat) 3 tahun.

Guru, Sang Manusia Pembelajar

JAKARTA - Kita mengenal guru sebagai orang yang mengajarkan berbagai ilmu pengetahuan. Mulai dari mengenal huruf, hingga kita terampil merangkai kata dan berlogika.

Tetapi di luar tugasnya mengajar, guru juga punya misi mulia yakni mendidik dan menyiapkan generasi muda Indonesia menjadi generasi yang cerdas dan berkepribadian. Bagi Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Prof. Bedjo Sujanto, inilah esensi dari menjadi guru.

"Guru tidak cukup hanya pandai, tapi juga berkepribadian sesuai nilai-nilai Indonesia," kata Bedjo, ketika berbincang dengan Okezone, Jumat (22/11/2013).

Hilangnya Sosok Guru Sebagai Panutan Bagi Murid

JAKARTA, PedomanNEWS – Jika dahulu sebelum reformasi bergulir sosok guru mampu menjadi teladan dan idola bagi para muridnya hingga mereka sukses namun kali ini sosok pendidik tersebut telah hilang bagai angin lalu
 
Hal ini disampaikan Rektor Universitas Siswa Bangsa Internasional (USBI) Prof. Dr. M. Aman Wirakartakusumah dalam Bincang Pagi Jelang Hari Guru Nasional 2013 di The Financial Club, Jakarta. “Kalau dulu ada murid yang mengidolakan gurunya sehingga selalu ada semangat untuk masuk sekolah namun saat ini sosok guru tersebut menjadi idola sangat hilang,” ucapnya.

Perlunya Perubahan Budaya dalam Pengajaran Pendidikan

JAKARTA, Pedoman NEWS – Selama ini pola pengajaran pendidikan di Indonesia hanya satu arah dianggap tidak sesuai dengan tuntutan global yang menuntut adanya perubahan budaya sekolah agar lebih kreatif dan dinamis.
 
Hal ini dsampaikan Wakil Presiden Global Peace Foundation International dan Direktur Eksekutif LeadIn, Tony Devine dalam teleconference yang berlangsung di Pusat Budaya dan Digital AS, Atamerica dari Nigeria. “Ruang kelas tradisional harus mulai disusun ulang dimulai dari posisi duduk murid, dari melihat punggung menjadi berhadapan satu sama lain dengan harapan murid bisa bekerja sama dalam tim karena ini yang dibutuhkan dalam pendidikan abad 21,”ucapnya.

Guru Kreatif Beri Siswa Kemampuan Memahami Bacaan

Bogor (Dikdas): Kegiatan membaca masih jadi persoalan di dunia pendidikan tanah air. Guru merasa telah menjalankan kewajibannya dengan baik ketika siswanya bisa mengeja dan merangkai huruf. Mereka tidak begitu peduli pada kemampuan siswa memahami apa yang dibacanya. 
 
“Mereka bisa membaca tapi tidak paham apa yang dibaca. Makanya disebut rabun,” ujar Drs. Khalid A. Harras, M.Pd., dosen Universitas Pendidikan Indonesia di Bogor, Jawa Barat, Senin malam, 21 Oktober 2013. Khalid merupakan salah satu narasumber Lokakarya Membaca, Menulis, dan Apresiasi Sastra bagi guru Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidayah yang digelar di The Poencer Hotel & Resort, pada 21-26 Oktober 2013.

Pengumuman Dirjen Pendidikan Dasar terkait Pendataan

Instruksi Menteri Pendidikan Nasional No. 2 Tahun 2011 telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran di lingkungan kemdikbud untuk melakukan upaya pengumpulan data pokok pendidikan yang bersumber langsung dari satuan pendidikan tersebar di seluruh Indonesia.
Wewenang Pengumpulan data dilakukan oleh masing-masing unit utama Direktorat Jenderal, berkoordinasi dengan Pusat Data dan Statistik Pendidikan (PDSP) dalam rangka integrasi data pendidikan Kemdikbud.
Data Pokok Pendidikan atau yang biasa di sebut DAPODIK bersifat individual , relational dan longitudinal meliputi 4 entitas pendidikan , Sekolah, Peserta Didik , PTK termasuk proses pembelajaran di dalamnya.