JAKARTA, Pedoman NEWS – Selama
ini pola pengajaran pendidikan di Indonesia hanya satu arah dianggap
tidak sesuai dengan tuntutan global yang menuntut adanya perubahan
budaya sekolah agar lebih kreatif dan dinamis.
Hal
ini dsampaikan Wakil Presiden Global Peace Foundation International dan
Direktur Eksekutif LeadIn, Tony Devine dalam teleconference yang
berlangsung di Pusat Budaya dan Digital AS, Atamerica dari Nigeria. “Ruang
kelas tradisional harus mulai disusun ulang dimulai dari posisi duduk
murid, dari melihat punggung menjadi berhadapan satu sama lain dengan
harapan murid bisa bekerja sama dalam tim karena ini yang dibutuhkan
dalam pendidikan abad 21,”ucapnya.
Tony
juga mencontohkan salah satu sekolah dimana guru datang 10 hingga 15
menit sebelum jam pelajaran sambil menunggu murid datang, ketika datang
sang guru menyalami satu-persatu para murid. Namun
Tony mengatakan bahwa setiap sekolah memiliki budaya yag berlaku tetapi
apakah itu sudah tepat dalam pola pengajaran karena itu kembali kepada
kepemimpinan guru serta kepala sekolah. “Banyak
yang yang bilang susah mengubah budaya sekolah, tetapi sesungguhnya
bergantung pada kepemimpinan guru atau kepala sekolah tersebut,” ujarnya.
Sementara
menurut penggiat pendidikan yang juga Ketua dari Indonesia Berkibar (ID
Berkibar), Shafiq Pontoh mengatakan bahwa banyak sekolah mementingkan
kelulusan muridnya dengan ujian nasional namun kurang mengembangkan
kreativitas serta karakter para siswanya. “Ini bukan salah guru tetapi ada yang salah dengan sistem pendidikan negeri ini,” ucapnya
Sebagai
informasi, Character and Creativity Initiative (CCI) adalah program
dari LeadIn, sebuah divisi pendidikan dari Global Peace Foundation
dimana bekerja sama dengan guru, orang tua dan pihak-pihak lainnya untuk
memberikan pendidikan karakter dan kreativitas pada para siswa dengan
cara mentransformasi budaya sekolah.
CCI
sendiri telah dilaksanakan di beberapa negara seperti Kenya, Uganda,
Nigeria, Amerika Serikat, Paraguay, dan Brazil dengan tingkat kesuksesan
yang sangat tinggi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar