Selamat Datang di Blog MI. NURUL HIKMAH Cipondoh

Sabtu, 23 November 2013

Hilangnya Sosok Guru Sebagai Panutan Bagi Murid

JAKARTA, PedomanNEWS – Jika dahulu sebelum reformasi bergulir sosok guru mampu menjadi teladan dan idola bagi para muridnya hingga mereka sukses namun kali ini sosok pendidik tersebut telah hilang bagai angin lalu
 
Hal ini disampaikan Rektor Universitas Siswa Bangsa Internasional (USBI) Prof. Dr. M. Aman Wirakartakusumah dalam Bincang Pagi Jelang Hari Guru Nasional 2013 di The Financial Club, Jakarta. “Kalau dulu ada murid yang mengidolakan gurunya sehingga selalu ada semangat untuk masuk sekolah namun saat ini sosok guru tersebut menjadi idola sangat hilang,” ucapnya.

Mantan Rektor Institut Pertanian Bogor ini juga mencontohkan sosok pimpinan fakultas ketika dirinya berkuliah yang turun langsung untuk mengawasi perilaku dari para mahasiswanya dimana disiplin dan tegaknya aturan. “Kalau jaman kuliah saya dulu, rambut gondrong dilarang bahkan dikejar oleh pak Dekan jika ada yang lari, di hukum dijelasin kenapa dirinya dihukum namun tidak menggunakan fisik dan lebih mendidik, dan semua orang saling mengingatkan supaya bisa kembali ke rel nya,” ucapnya
   
Ketika disinggung soal kurikulum 2013, dirinya berharap bisa mendorong anak didik untuk mempu mengamati, bertanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasikan dan mengoomunikasikan hasilnya dengan diwujudkan ketersediaan guru dan tenaga pendidik. “Proses pembelajaran dan materi pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013 diharapkan bisa mendorong anak didik untuk mampu mengamati, bertanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasikan dan mengomunikasikan hasilnya.

Hal ini bisa diwujudkan dengan ketersediaan guru dan tenaga pendidik yang tidak hanya bisa mengajar tetapi juga berkomitmen untuk menggerakkan industry pendidikan melalui kreasi dan inovasi,”ucapnya.
 
Sebagai informasi, menurut data UNESCO pada tahun 2011, Indonesia memiliki lebih dari 3,4 juta orang guru namun berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional hanya sekitar 16,9% atau 575,000 orang guru di negara ini yang merupakan guru profesional atau telah memiliki sertifikasi.
 
Bahkan menurut Stien Johanna Matakupan, M.Pd dari Universitas Siswa Bangsa Internasional mengatakan berdasarkan data World Bank mengatakan kemampuan guru matematika Indonesia dalam memberikan pertanyaan paling tinggi dibandingkan Australia namun dalam hal penjabaran jawaban dari pertanyaan itu hanya bisa satu cara dibandingkan Jepang yang mampu memecahkan sekitar 76 jawaban.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar