Bogor
(Dikdas): Kegiatan membaca masih jadi persoalan di dunia pendidikan
tanah air. Guru merasa telah menjalankan kewajibannya dengan baik ketika
siswanya bisa mengeja dan merangkai huruf. Mereka tidak begitu peduli
pada kemampuan siswa memahami apa yang dibacanya.
“Mereka
bisa membaca tapi tidak paham apa yang dibaca. Makanya disebut rabun,”
ujar Drs. Khalid A. Harras, M.Pd., dosen Universitas Pendidikan
Indonesia di Bogor, Jawa Barat, Senin malam, 21 Oktober 2013. Khalid
merupakan salah satu narasumber Lokakarya Membaca, Menulis, dan
Apresiasi Sastra bagi guru Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidayah yang digelar
di The Poencer Hotel & Resort, pada 21-26 Oktober 2013.
Rabun
membaca, tambah Khalid, misalnya ketidakmampuan anak menentukan ide
pokok sebuah teks yang dibacanya. Itu terjadi lantaran ketika siswa
selesai menjalani pembelajaran membaca permulaan di kelas 1, 2, dan 3,
mereka tidak diajarkan untuk membaca pemahaman saat duduk di bangku
kelas 4, 5, dan 6.
“Pada tingkat itulah sebetulnya yang gawat. Bagaimana mengajarkan anak memahami teks-teks yang mereka baca,” ujarnya.
Siswa,
tambah Khalid, kurang diberi penekanan ihwal cara menghadapi berbagai
macam teks. Kurikulum 2013 yang kini baru diterapkan, katanya,
menempatkan bahasa Indonesia sebagai penghela bagi mata pelajaran
lain.
“Kurikulum
2013 berbasis teks. Anak-anak diperkenalkan berbagai teks. Mereka harus
paham teks yang mereka baca dan mereka harus bisa menulis teks-teks
tersebut,” ucapnya.
Khalid berharap guru kreatif dalam mencari teks-teks pembelajaran. Tidak terlalu bergantung pada buku Kurikulum 2013.
“Sebagai
guru yang profesional, kita akan mencoba berkreasi bagaimana
menyediakan bahan ajar, misalnya, untuk kepentingan membaca. Bagaimana
kita melakukan trik-trik kegiatan membaca,” jelasnya
Khalid
menilai sebagus-bagusnya kurikulum, gedung sekolah, dan
sarana-prasarana, di tangan guru yang tidak kreatif, semuanya tidak
menjadi apa-apa.
“Di tangan guru yang kreatif, di tengah keterbatasan, mereka akan bisa melakukan sesuatu,” ucapnya.* (Billy Antoro)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar